KPK SINGGAH DI UPS TEGAL

  • Thursday, Oct 04 2018

Tegal-Komisi Pemberntasa Korupsi mengadakan kegiatan bertajuk jelajah negeri bangun antikorupsi dengan mengunjungi 11 kota/kabupaten di wilayah Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian KPK dalam mengkamanyekan gerakan antikorupsi.

Selain itu kegiatan ini untuk menghadirkan KPK di daerah-daerah, dengan demikian anggapan KPK hanya berada di Jakarta bisa hilang. Kegiatan KPK ini dengan disertai pemberangkatan Bus Jelajah Negeri bangun antikorupsi, bus ini digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat soal pemberantasan korupsi.

Bus KPK jelajah negeri bangun antikorupsi telah menyambangi beberapa kota setelah diberangkatkan dari gedung KPK Senin, 24 September 2018. Setelah dari Jakarta bus KPK jelajah negeri bangun antikorupsi telah singgah di Kota Indramayu, Cirebon, dan Tegal. Rencananya bus jelajah negeri akan menyambangi 8 kot/kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, kota Semarang, Klaten, Magelang, Purbalingga, Ciamis, dan Bandung.

Rangkaian kegiatan jelajah negeri bangun antikorupsi yang dilakukan adalah edukasi antikorupsi untuk pelajar dan masyarakat umum, sosialisasi e-LHKPN dan gratifikasi, serta kuliah umum di perguruan tinggi di kota/kabupaten yang disinggahi. Bus tersebut dilengkapi teknologi dan perangkat sosialisasi yang bisa digunakan masyarakat untuk makin memahami korupsi dan cara pemberantasannya.

Kemarin Selasa (2/10) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal berkesempatan ikut andil dalam kegiatan yang diadakan oleh KPK tersebut. KPK melalui Deputi Bidang Pencegahan KPK mengadakan stadium geberal atau kuliah umum mengenai edukasi antikorupsi kepada mahasiswa di wilayah Kota Tegal. Kegiatan kuliah umum yang diadakan di Auditorium UPS Tegal Dariun Senoatmodjo komplek kampus UPS Tegal Jl. Halmahera km 1 Kota Tegal itu, menghadirkan pembicara dari unsur pejabat struktural KPK yaitu Budi Santoso yang merupakan Anggota Dewan Penasihat KPK.

Dalam kesempatan tersebut Budi Santoso menyampaikan materi terkait pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa. Dalam paparannya Budi memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk dapat berperan dalam penanganan korupsi lingkungan masing-masing. Mahasiswa merupakan agen perubahan sehingga diharapkan berani untuk berperan dalam penanganan pemberantasan korupsi. Dari data yang dipaparkan bahwa dunia pendidikan tak luput dari kegiatan korupsi, sebanyak 81,8 M uang negara di korupsi dengan jumlah perkara sebanyak 53 kasus pada tahun 2018. Dengan pengenalan KPK ini diharapkan masyarakat dan mahasiswa berani bertindak dalam membantu KPK dalam memberantas korupsi.

Pada kesempatan yang sama pula Rektor UPS Tegal Dr. Burhan Eko Purwanto, M.Hum. dalam sambutannya bahwa korupsi merupakan extra ordinary crime sehingga cara penangannya harus dengan cara yang luar biasa.

“Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pendidikan dan semangat anti korupsi dalam perilaku di kampus, seperti datang tepat waktu, tidak menyontek dan sebagainya” tambah Rektor dalam sambutannya.

Selain pembicara dari KPK dalam kuliah umum tersebut pula dihadirkan pembicara internal dari UPS Tegal. Wakil dari UPS Tegal adalah A. Rony Yulianto, M.Pd. dalam paparannya turut menambahkan penerapan nilai-nilai antikorupsi yang dapat diterapkan dalam kehidupan di kampus. Rony menyampaiakn bahwa perbuatan-perbuatan mahasiswa yang sering dilakukan seperti titip absen, terlambat, menyontek, menunda pekerjaan/tugas merupakan bentuk kegiatan terindikasi korupsi.

Tim KPK jelajah negeri bangun antikorupsi rencananya akan berada di Tegal selama dua hari sampai hari Rabu 3 September 2018. Kegiatan yang berpusat di Alun-Alun Kota Tegal tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk dapat mengakses informasi yang lengkap terkait KPK dan pemberantasan korupsi melalui Bus KPK jelajah negeri bangun antikorupsi. Sosialisasi ini juga diberikan kepada instansi pemerintah di Kota Tegal dan pelajar tingkat sekolah SD, SMP, dan SMA di sekitar Kota Tegal dengan balutan acara yang santai dan nonformal agar masyarakat dapat menyerap program KPK dengan maksimal.

Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Kampus

Hot events