News

JISC, Ajang Pertukaran Budaya dan Perkuliahan Manca Negara

Gelaran bertajuk ”Joint International Summer Camp” (JISC) 2021, yang diinisiasi Kepala Kerja sama Internasional UPS Tegal, Dr Yoga Prihatin MPd, dan merupakan program unggulan ADRI Jateng, benar-benar menjadi ajang pertukaran dan pengenalan budaya sejumlah bangsa.

Tak hanya itu, kegiatan yang dihelat pada akhir pekan lalu, juga menjadi daya tarik 320 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan praktisi maupun ahli di berbagai bidang, dari manca negara.

Antara lain, agar saling mengenal, mengkaji dan menyerap budaya akademik atau perkuliahan, yang berkembang di tiap perguruan tinggi, di negaranya masing-masing.

”Peserta dari luar negeri, seperti dari India, Ghana, Thailand, Malaysia, Philipna, Yordania dan Mesir, sangat tertarik dengan keragaman budaya yang ditampilkan dalam kegiatan ini, yang digelar secara virtual dengan aplikasi webinar  zoom meeting,” terang Dr Yoga Prihatin MPd, yang juga Kepala Divisi Hubungan Internasional ADRI Jateng.

Sebaliknya, peserta dari tanah air, seperti mahasiswa dan dosen dari Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Universitas Ivet Semarang, Universitas Kadiri, dan STIE Widya Gama Lumajang, cukup antusias dalam menyajikan budaya daerahnya, dan keunikan budaya akademik di perguruan tingginya.

Bahkan untuk menyangatkan keberagaman, UPS Tegal tak hanya menyajikan penampilan budaya khas daerah pesisir pantai utara Jawa, tapi menghadirkan dua mahasiswa asal Mesir yang kini tengah berkuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis perguruan tinggi tersebut.

Yakni Hend Mohammad Sedqi sebagai pemateri serta Ahmad Mohammad Ibrahim sebagai moderator.

”Penilaian dan pandangannya berkait dengan budaya akademik dan keragaman budaya di tanah air, menjadi kian menarik,” ucap Dr Yoga Prihatin MPd.

Hal lain disampaikan Rektor UPS Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd.

Menurut dia, dengan JISC diharapkan peserta dapat belajar tentang peran kepemimpinan pemuda dengan karakter Pancasila.

Mengenal belajar di luar negeri dan pembelajaran global.

Selain itu, lanjut dia, peran pemuda dalam mengelola politik dan pembangunan ekonomi, ketahanan mahasiswa internasional di tengah pandemi.

Kegiatan tersebut juga dapat menjadi bahan menarik untuk menulis jurnal yang efektif dan mempublikasikannya.

Rektor Universitas Ivet, dan Universitas Kadiri serta ketua STIE Widya Gama Lumajang, menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh peserta dari dalam dan luar negeri, yang dinilainya cukup antusias dalam mengikuti kegiatan skala internasional itu.

Mereka juga berharap, dengan mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa dapat lebih mencintai budaya tanah air, menghargai budaya negara lain, dan mendapatkan pengetahuan baru dari berbagai bidang.

Hal menarik lainnya, program kegiatan tersebut juga diramaikan dengan kehadiran Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro PhD, yang menjadi salah satu pembicara. 

Juri membeberkan pentingnya nilai-nilai Pancasila, dan berharap pemuda memiliki karakter Pancasila.

Pembicara dalam di JISC juga diisi praktisi dari berbagai bidang dari sejumlah negara. Antara lain, Ahmad Khalil Yaqubi dari Afghanistan, Anita Andriiashevskaia dari Russia, Youssef Baqil dari Maroko, Danish Suleman dari Malaysia, dan Hend Mohamed Sedqi dari Mesir.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Ahli Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jateng Dr Taufiqullah MHum mengatakan, kegiatan yang merupakan realisasi MoU organisasinya, diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun keterampilan praktis, dan mengembangkan pembelajaran.

”Juga pengalaman dari para akademisi dan praktisi berpengalaman dari berbagai bidang, berkait upaya memperkaya mahasiswa dengan perspektif dunia belajar dari pemateri. Kegiatan ini, diharapkan pula mampu menciptakan nuansa budaya akademik dari masing-masing universitas yang terlibat, menjadi lebih baik lagi. Selain itu sebagai sarana menyiapkan diri menuju world class univeristy di masa depan,” ucap dia.

Leave a comment

Translate »