News

Mantan Wali Kota Baca Puisi

SALAH satu sosok yang menarik dalam sesi pembacaan puisi pada Kongres Sastra Tegalan Kaping Siji adalah Drs M Nursholeh MMPdselaku mantan Wali Kota Tegal. Pria 62 tahun inimembawakan puisi karya budayawan pantura, Atmo Tan Sidik. “Beliau (Nursholeh) adalah Bapak Sastra Tegalan,” kata Ketua Panitia Dhimas Riyanto mengenai alasan menghadirkan Nursholeh. Pertimbangan lain, untuk menghormatinya sebagai mantan wali kota. Menurut Atmo, puisi Tegalan karyanya yang dibacakan Nursholeh berjudul Pamoré Sastra Tegalan. Puisi itu berisi perjalanan sastra Tegalan yang dulu sempat diremehkan.

“Dulu sebelum sastra Tegalan lahir, bahasa Tegal hanya dijadikan bahan lelucon. Orang Tegal pun minder menggunakan bahasa Tegal. Namun sekarang bak air kelapa hijau yang deras-menderas mengalir atau bagai layang-layang mengangkasa melawan kencangnya angin akan tetapi tetap bertengger di atas awan,”

tutur Atmo puitis. Sastrawan lain yang maju membacakan puisi adalah Apito Lahire dan Dhenok Harti. Keduanya tampil ciamik membacakan puisi karya Rendra Rick dari Corona yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Tegal. [Ghata Dhaffa Wichaksana].

Leave a comment