News

“Siraman Rohani” Akhlak Mulia Ajaran Rosul

Ada sebuah hadis qudsi yang meng ajarkan akhlak mulia kepada kita, terutama untuk para pemimpin.Hadis ini menekankan agar kita tidak suka mendendam tapi memaafkan. Hadis itu berbunyi: Rasulullah saw bersabda, “Wahai Utbah, maukah kau kutunjukkan akhlak yang baik di dunia maupun di akhirat?” Utbah menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Rasul kemudian bersabda: “Bersilaturahmilah kepada orang yang memutus tali persaudaraan denganmu, memberilah kepada orang yang tidak pernah memberi kepadamu, maafkanlah

orang yang telah menganiayamu.” Kalau setiap muslim mampu melaksanakan petunjuk Rasul tersebut, maka itu ibarat jalan tol menuju surga. Bagi orang yang bertakwa, tidaklah sulit untuk menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. Namun bagi orang yang belum bertakwa, belum dewasa dalam bersikap, menjalankan tiga perilaku terpuji itu ten tulah sangat sulit, bahkan impossible. Yang pertama berdasarkan ilmu, yang kedua berdasarkan perasaan. Dalam teori Rostow, masyarakat dibedakan dalam lima tingkatan: masyarakat tradisional,

masyarakat transisi, masyarakat berkembang, masyarakat sejah tera, masyarakat konsumsi tinggi. Tingkatan kelima hanya ada
di surga. Masyarakat kita masih dalam tingkatan transisi. Dalam masyarakat yang demikian, seringkali yang muncul adalah perasaan paling hebat, paling benar. Orang yang merasa dirinya paling benar akan sulit bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan. Apa yang mesti kita lakukan agar bisa menjalankan petunjuk Rasul itu? Di tingkat universitas, kita sebagai insan akademis mestinya bisa meninggalkan situasi transisi, memposisikan pergaulan atau hubungan sosial di atas dasar ilmu pengetahuan. Perlu dibangun keadaban perilaku. Karakter mencerminkan keilmuan. Al-‘adabu fauqal ilmi, adab di atas pengetahuan. Jika hal itu bisa terwujud, maka akan tercipta lingkungan akademis yang baik. Tapi jika ilmu belum mendasari perilaku, belum ‘adabu fauqal ilmi, maka yang akan sering muncul adalah perasaan syakwasangka, iri, dengki, dan curiga. (*)

Leave a comment