News

Rektor UPS Tegal: Naker Tahun 2030, Mayoritas Lulusan Perguruan Tinggi

 

Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd mengatakan, pada tahun 2030, kalangan pekerja berpendidikan dan terampil, diprediksi akan menjadi jumlah mayoritas penduduk Indonesia. Alias tenaga kerja (Naker) mayoritas akan diisi para lulusan dari berbagai perguruan tinggi.

Berkait dengan itu, lanjut dia, menjadikan peran perguruan tinggi sebagai pusat akademik, penelitian dan inovasi teknologi baru, juga akan semakin signifikan. Mereka akan dipacu untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih unggul.

”Untuk itu, kita perlu mengapresiasi arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang melakukan perombakan besar untuk mempersiapkan SDM unggul Indonesia. Dengan mendirikan dua Direktorat Jenderal (Ditjen) yang fokus di pendidikan tinggi, yaitu Ditjen Pendidikan Tinggi dan Ditjen Pendidikan Vokasi,” ucap dia, saat Wisuda Ke-10 Magister (S2) dan Wisuda Ke-65 Sarjana (S1), UPS Tegal Tahun Akademik (TA) 2020/2021 Periode Maret 2021.

Wisuda yang digelar dengan modifikasi daring dan luring, dilakukan dalam dua tahap. Pertama dengan model daring digelar pada Kamis (18/3). Kemudian modifikasi wisuda daring dan luring pada Sabtu (20/3).

Meski menggelar wisuda secara tatap muka yang diikuti 464 mahasiswa, panitia penyelenggara tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) yang cukup ketat. Antara lain, baik mahasiswa yang akan diwisuda, senat universitas, panitia dan tamu undangan terbatas, wajib memakai masker. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Tercatat total 464 mahasiswa yang diwisuda secara daring dan luring. Terdiri atas 35 mahasiswa Program Pascasarjana atau Magister (S2). Kemudian sisanya dari mahasiswa Sarjana Strata 1 (S1).

Dengan perincian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 41 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (187), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (15), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (97), Fakultas Hukum (43), dan sebanyak 45 mahasiswa dari Fakultas Teknik.

Odong-Odong

Hal menarik dari wisuda tersebut berkait dengan ketatnya aturan prokes yang diterapkan panitia, gelaran wisuda dilakukan di teras Auditorium Daryoen Seno Atmodjo. Tidak di dalam auditorium seperti ketika belum terjadi Pandemi Covid 19.

Keunikan lainnya adalah, usai mahasiswa diwisuda rektor dan para dekan, para wisudawan langsung diangkut menggunakan kendaraan ”Odong-Odong” atau ”Kereta Kelinci”, keluar area halaman auditorium menuju kampus pusat.

Berkait naker pada 2030, menurut Rektor, dengan arah kebijakan yang tepat, seiring berjalannya waktu, komposisi tenaga kerja Indonesia akan semakin baik.

”Jika saat ini tenaga kerja masih didominasi lulusan SD dan SMP, sepuluh tahun ke depan, insya Allah akan didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan dan terampil, yaitu para lulusan vokasi dan perguruan tinggi,” tandas dia.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) Dr Imawan Sugiharto SH MH tertarik tema wisuda, yaitu ”Mewujudkan Lulusan yang Literate, mampu bersaing dan kokoh berideologi Pancasila”.

Menurut dia, persaingan dunia kerja semakin kompetitif, perkembangan teknologi yang pesat dan tidak terkejar, mulai menggeser peran SDM di berbagai aspek kehidupan, bonus demografi di negara kita menjadi terancam.

”Karena itulah lulusan UPS Tegal diharapkan benar-benar menguasai literasi akademik sesuai dengan displin atau bidang ilmu masing-masing. Sehingga benar-benar siap untuk mempraktikkan konsep keilmuan yang dimiliki, dan mempraktikkanya dalam dunia kerja,” ucap dia.

Leave a comment

Translate »